Sabtu, 02 Oktober 2010

10 Cara Olahraga Otak

Olahraga otak sama pentingnya dengan olahraga tubuh. Dengan olahraga otak, akan terbentuk saraf baru yang dapat melindungi terhadap gejala demensia atau kepikunan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk olahraga otak.

Dilansir dari Livestrong, Sabtu (2/10/2010), berikut 10 cara melatih atau olahraga otak:

1. Membiasakan aktif menjadi kidal (aktif tangan kiri) dan juga kanan
Lakukan tugas dengan tangan non-dominan, jika biasanya dominan tangan kanan maka gunakan tangan kiri (kidal) dan sebaliknya. Contohnya saat menggunakan mouse komputer, menyikat gigi dan mengikat sepatu dengan arah yang berlawanan. Menurut Franklin Institute, jenis latihan ini dapat memperkuat hubungan saraf yang ada dan bahkan membentuk saraf baru.

2. Membaca
Membaca dapat melenturkan otot-otot otak, baik bacaan ringan (seperti komik atau majalah) maupun bacaan untuk informasi. Dan menurut studi Dr Nikolaos Scarmeas padaa tahun 2001, membaca dapat membantu membangun 'cadangan kognitif' untuk menunda timbulnya demensia.

3. Bermain puzzle atau teka-teki silang

Teka-teki silang, puzzle, Sudoku dan jenis puzzle lainnya, dapat melatih otak khususnya otak kiri, menurut pusat pelatihan kognitif LearningRx. Tambahkan strategi baru untuk mengefektifkan latihan otak, misalnya memecahkan teka-teki silang dengan tema yang tidak biasa.

4. Bermain permainan strategi

Permainan strategi seperti catur, monopoli atau game komputer lainnya, akan menggunakan otak kanan yang dapat membantu orang untuk lebih berpikir kreatif.

5. Ubah rutinitas

Menurut Lawrence Katz, profesor Neurobiologi di Duke University Medical Center, mengubah rutinitas dan cara-cara hidup baru dapat mengaktifkan koneksi otak yang sebelumnya tidak aktif. Latihan yang bisa dilakukan misalnya, mandi dengan mata tertutup atau mengatur ulang kantor atau meja.

6. Belajar bahasa asing

Dengan belajar bahasa asing akan mengaktifkan bagian otak yang belum digunakan sejak Anda mulai berbicara. Sebuah studi tahun 2007 di York University di Toronto, menemukan bahwa penggunaan beberapa bahasa dapat meningkatkan suplai darah ke otak untuk menjaga kesehatan koneksi saraf.

7. Menikmati musik
Selain mendengarkan musik, belajar juga untuk memainkan instrumen musik. Para ahli juga merekomendasikan untuk mengaktifkan dua indera sekaligus, seperti mendengarkan musik dan mencium bunga.

8. Latihan fisik
Latihan fisik juga dapat meningkatkan kesehatan otak, karena dapat meningkatkan aliran darah ke otak. Menurut Stanford Center on Longevity and the Max Planck Institute for Human Development, latihan fisik dapat meningkatkan perhatian, penalaran dan memori.

9. Hidup sosial
Otak dapat dilatih dengan menjalani kehidupan sosial Anda, misalnya dengan mengunjungi teman. Sebuah studi 2006 oleh Dr David Bennett dari Rush University Medical Center menemukan bahwa memiliki jaringan sosial dapat memberikan perlindungan terhadap gejala klinis penyakit Alzheimer.

10. Mencari hobi baru
Tantang otak untuk belajar keterampilan baru atau hal-hal yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Jika Anda bukan seniman, cobalah untuk belajar melukis atau memahat. Jika Anda bisa bermain piano, belajarlah memainkan gitar. Temukan sesuatu yang baru dan menarik untuk dapat menjaga otak tetap aktif.

http://www.detikhealth.com/read/2010/10/02/080444/1453664/766/10-cara-olahraga-otak?881104755

Kamis, 30 September 2010

Sang Pencerah?

Sang Pencerah

Adegan KH Achmad Dachlan sedang bersedekah kepada fakir-miskin.

Penasaran betul saya terhadap Sang Pencerah, film arahan Hanung Bramantyo. Bukan sekadar karena ingin mengenal ‘lebih dekat’ sosok KH Achmad Dachlan, pendiri Muhammadiyah, namun seberapa penting film itu bagi masa depan Indonesia, hingga Pak Din Syamsuddin rela menjadi juru bicara, mengiklankan film itu di televisi.

Jujur, saya berharap film itu bisa menjadi sumber pencerahan, aufklarung, bagi masyarakat muslim Indonesia, yang sebagiannya, belakangan sering ‘terlibat’ dalam keributan antarumat beragama. Gegeran Ahmadiyah, pelarangan umat Kristen menjalankan ibadah seperti di Ciketing, Bekasi, dan banyak lagi. Belum lagi kalau kita menyimak catatan kekerasan atas nama agama seperti yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI).

Kelahiran Darwis, yang kelak berganti nama Achmad Dachlan, menjadi pembuka yang memukau. Aneka jenis sesaji sebagai uba rampé prosesi upacara selamatan atas kelahiran sang jabang bayi cukup menyentak.

Dengan setting Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang budaya keagamaannya sinkretis, karena meneruskan tradisi Mataram yang semula Hindu lantas ‘di-Islam-kan’ para wali, maka sesaji menjadi kata kunci. Doa-doa yang mewujud pada praktek Yasinan dan Tahlilan, yang sejatinya menjadi bagian dari proses transisi Islamisasi, lantas terpenggal. Berhenti tanpa penjelasan, sehingga polemik khilafiyah yang mulai ditinggalkan sejak beberapa tahun belakangan, justru kembali mengemuka lewat film ini.

Ketidaksukaan Darwis remaja terhadap praktek pemberian sesaji dan upacara membakar kemenyan di bawah ringin kurung di alun-alun selatan kraton, misalnya, terasa janggal. Saat itu, Darwis belum tercerahkan. Bahwa ia kurang sreg terhadap praktek klenik demikian, boleh jadi benar. Hanya saja, tak ada penjelasan, dari mana dan atas ajaran siapa sehingga memunculkan sikap dan tindakan penolakan yang frontal.

Dalam benak saya, ada adegan yang memberi gambaran kepada penonton awam, bahwa sikap yang demikian kuat dipegangnya itu merujuk pada ajaran tertentu. Apalagi, ia dilahirkan dari keluarga yang dekat dengan tradisi keagamaan sinkretis ala Masjid Kauman, masjid agung yang serba diatur oleh Sultan sebagai penguasa tunggal dalam bidang politik dan agama.

Sejarah menunjukkan, paham pemurnian ajaran Islam justru ia peroleh usai proses naik hajinya yang kedua, pada 1902. Pada masa itulah ia terpengaruh gerakan pemurnian ajaran Islam, yakni kembali kepada Al Qur’an dan Hadis yang dipelopori Muhammad bin Abdul Wahab, lalu secara teratur mempelajari pemikiran para reformis seperti Sayid Jamaluddin al-Afghani dan Tafsir al Manar karya Muhammad Abduh.

Sepulang dari hajinya yang kedua itulah, ia lantas berkeinginan kuat menghapus praktek keagamaan yang dianggap bid’ah, khurafat dan takhayul, sehingga perlu mendirikan organisasi Muhammadiyah pada 1912. Untuk mengikis praktek yang dinilainya tak bersandar pada aaran Qur’an dan hadis itulah, ia menggunakan jalur pendidikan dan dakwah, ya lewat Muhammadiyah itu.

Asal tahu saja, gagasan KH Achmad Dachlan lewat organisasi yang dibentuknya itu segera memperoleh dukungan memadai dari organisasi-organisasi Islam lokal yang kelak meleburkan diri menjadi Muhammadiyah. Di antaranya adalah Nurul Islam di Pekalongan, Al Munir dan Siratal Mustaqin (Makassar), Al Hidayah (Garut), Sidiq Amanah Tabligh Fathanah (Sala) dan belasan organisasi di Yogyakarta.

Hingga di sini, sosok Achmad Dachlan tak tergambar secara gamblang melalui Sang Pencerah. Malah, kekiaian Darwis dewasa justru terganggu dengan kurang fasihnya Lukman Sardi berbahasa Arab. Bahkan, untuk yang ‘standar’ seperti kalimat Assalamu’alaikum saja masih terasa kedororan.

Tentu, saya tak hendak mengolok-olok karya yang secara artistik tergolong sangat bagus itu. Pun, saya tak ingin membawa film ini ke ranah politik. Apapun, Sang Pencerah bukanlah film dokumenter yang harus mengupas sosok Darwis lengkap dengan kiprahnya dalam segala bidang.

Saya memakluminya sebagai film cerita, yang kisah dari jalinan ceritanya bisa dijadikan teladan. Ya kearifannya, kesantunannya yang menyejukkan, dan hal-hal yang serba baik lainnya, sehingga hikmah-nya benar-benar mampu menggugah umat Islam di Indonesia yang kini seperti kehilangan panutan dan gampang marah, mudah menyerang dan menyalahkan hingga mengkafirkan selain golongannya.

Saya rasa, sekian dulu uneg-uneg saya tentang Sang Pencerah, mengenai sosok KH Achmad Dachlan yang saya yakini memiliki segudang teladan, khususnya bagi saya. Esok atau lusa, semoga saya bisa menuliskan catatan tambahan, sebab hari ini, saya ingin menontonnya lagi. Saya suka filmnya, terutama akan keindahan gambar-gambarnya.

Jadi, tak ada ruginya bagi saya dan Anda, untuk menontonnya. Setidaknya, mari kita tunjukkan diri sebagai penyokong kebangkitan film Indonesia. Apalagi, para kreatornya adalah para generasi muda dengan talenta luar biasa.

source:

http://blontankpoer.com/2010/09/13/sang-pencerah/

Sabtu, 25 September 2010

10 Fakta Back to the Future

Masih ingat film jadul tentang seorang remaja bernama Marty McFly yang bisa berkelana ke masa lalu (dan masa depan)? Ingatkah juga Anda pada mobil DeLorean yang sudah dimodifikasi oleh ilmuwan sinting Dr. Emmet Brown sehingga jadi mesin waktu?

Kalau Anda menebak "Back to the Future", seratus buat Anda!

Sudah 25 tahun berlalu sejak film yang dibintangi Michael J. Fox ini pertama kali diputar di bioskop, tepatnya bulan Juli 1985. Waktu itu, Back to the Future berhasil jadi film yang meraup keuntungan terbanyak tahun 1985. Ia juga dinobatkan sebagai Film Science Fiction Terbaik di Saturn Award, dan mendapatkan penghargaan Best Effect di Academy Awards.

Kini penggemar Back to the Future boleh bergembira, karena film ini bisa ditonton berulang-ulang di rumah, dengan kualitas gambar yang maksimal. Tak tanggung-tanggung, Blu-ray! Yup, untuk memperingati 25 tahun Back to the Future, Universal merilis film klasik ini dalam bentuk DVD dan Blu-ray untuk pertama kalinya.

Namun sebelum Anda mengambil popcorn dan mengajak seluruh keluarga untuk bernostalgia menonton aksi Marty dan Doc, simak dulu beberapa fakta menarik tentang film karya Robert Zemeckis ini.

1. Gara-gara buku tahunan.
Ide awal film ini datang dari sang penulis naskah Bob Gale, yang menemukan buku tahunan SMA milik ayahnya. Bob lalu berpikir, bila ia bisa kembali ke masa lalu dan menemui ayahnya yang masih SMA, apakah mereka berdua akan berteman?

Doc. Universal


2. Ditolak Disney.
Film ini awalnya ditawarkan pada Disney, tapi Disney menolak mentah-mentah. Alasannya, film ini dianggap tak pantas bagi anak-anak, karena menampilkan cerita tentang ibu Marty (di tahun 1955) yang jatuh cinta pada anaknya sendiri (Marty, yang datang dari masa depan).

3. Ditolak Columbia juga.
Columbia Pictures juga menolak film ini, namun dengan alasan yang bertolak belakang dengan Disney. Columbia menganggap film ini kurang seksi dan kurang banyak menampilkan adegan kekerasan, sehingga tak akan terlalu menarik bagi anak muda. Maklum saja, waktu itu Columbia masih terbuai dengan kesuksesan film Fast Times at Ridgemont High dan Animal House.

4. Mr Spock batal.
Film ini seharusnya disutradarai oleh Leonar Nimoy (pemeran Mr Spock di Star Trek). Sayangnya, saat itu Leonard sedang sibuk menggarap film lain tentang penjelajah waktu (Star Trek IV: The Voyage Home).

5. Ganti pemeran utama.
Pemeran Marty McFly awalnya adalah seorang aktor bernama Eric Stoltz. Namun setelah syuting berjalan lima minggu, sutradara merasa kurang puas dengan penampilannya. Michael J. Fox pun dipanggil untuk menggantikan Eric. Nah, di DVD Blu-ray yang baru dirilis ini, Anda bisa melihat aksi Eric Stoltz sebagai Marty McFly, di menu Special Features.

6. Spaceman from Pluto.
Sid Sheinberg, presiden Universal Studio saat itu, merasa judul Back to the Future terlalu membingungkan bagi penonton. Ia mengusulkan pada sang produser Steven Spielberg untuk mengganti judulnya menjadi Spaceman from Pluto. Tentu saja Spielberg menolak mentah-mentah.

7. Kulkas penjelajah waktu.
Awalnya, mesin waktu di film ini akan digambarkan sebagai kulkas bertenaga laser. Namun karena produser takut anak-anak yang menonton akan meniru masuk ke dalam kulkas, maka digantilah mesin waktu tersebut menjadi berbentuk mobil.

8. Ledakan atom terlalu mahal.
Mobil mesin waktu DeLorean bisa terlempar kembali ke masa depan gara-gara sambaran petir. Padahal awalnya, sutradara bukan menginginkan sambaran petir, tapi ledakan atom. Bahkan film ini pun sempat akan diberi judul The Atomic Kid. Karena ledakan atom dianggap terlalu mahal, rencana ini pun dibatalkan.

9. Dilatih Tony Hawk.
Sebagai Marty McFly, Michael J. Fox diharuskan beradegan skateboard di dalam film. Agar ia mahir mengendalikan si papan seluncur, maka didatangkanlah Tony Hawk, juara dunia skateboard, untuk melatihnya. Namun tahun 1989, saat syuting Back to the Future Part II dimulai, Michael J.Fox sudah lupa cara bermain skateboard

10. Remaja 30 tahun.
Syuting Back to the Future Part II dan Part III dilakukan back-to-back alias langsung dan tanpa jeda. Pasalnya, Michael J.Fox saat itu sudah berumur 30 tahun, sedangkan dia harus memerankan Marty yang umurnya masih 17 tahun. Kalau syutingnya tak buru-buru diselesaikan, bisa-bisa di Part II kita akan melihat Marty sebagai remaja berwajah boros.


Source: http://id.omg.yahoo.com/blogs/10-fakta-back-to-the-future-blog_editor-12.html

Senin, 20 September 2010

10 Fakta Kematian yang Aneh dan Menakutkan

10 Fakta Kematian yang Aneh dan Menakutkan

Dalam daftar ini kita melihat fakta-fakta tentang kematian yang aneh. Beberapa di antaranya menyangkut budaya. Seperti mereka yang meninggal tak wajar yang berdasarkan kepercayaan orang dulu, akan menjadi hantu atau arwah gentayangan yang menggangu yang hidup.

Kepercayaan seperti ini telah ada sejak jaman dulu kala di seluruh dunia, bahkan di Indonesia. Lalu cara-cara apakah yang dipakai untuk mencegah agar tidak menjadi hantu gentayangan? Yang juga menarik kasus sindrom lazarus, yakni, orang yang telah dinyatakan secara klinis meninggal dunia, ternyata hidup lagi. Kasus teranyar terjadi belum lama ini di Kolumbia.

1.Maschalismos

Maschalismos berasal dari budaya Yunani kuno yakni prosedur menangani orang yang meninggal tak wajar agar tidak menjadi hantu gentayangan. Ini tidak hanya berlaku pada korban yang tewas karena pembunuhan, gantung diri, tapi juga misalnya, meninggal saat hamil, dll semacamnya. Salah satu metode umum dalam Maschalismos adalah memotong kaki, tangan, teling, hidung atau bagian tubuh lainnya. Bagian-bagian tubuh yang dipotong itu kemudian diikatkan di bawah ketiak.

Maschalismos
Maschalismos

Pada kenyataannya, ritual Maschalismos ini menyebar ke seluruh dunia, bahkan hingga ke Indonesia. Di Maluku misalnya, seorang wanita yang meninggal hamil atau meninggal saat melahirkan, sebelum dimakamkan peniti akan diikatkan pada sendirinya, atau telur ditaruh di bawah ketiak atau di bawah dagu.

Hal ini dipercaya, tidak mati penasaran, rohnya tidak gentayangan. Adanya telur akan membangkitkan naluri keibuan hantunya sehingga dia tidak meninggalkan telur dan tetap tinggal di bekas badannya (tidak gentayangan).

Di Eropa, sudah menjadi kebiasaan sejak lama bahkan kini masih terjadi, mereka yang meninggal tak wajar, bunuh diri misalnya, dikuburkan dengan tubuh terbalik. Kalau dulu bisa lebih ekstrim lagi, mereka yang bunuh diri, sebelum dikubur, hatinya ditancap pancang, atau kepalanya dipotong, lalu diletakkan di antara dua kakinya. Praktek kuno ini masih dipraktekkan di banyak daerah di pedalaman Inggris. Atau kaki mayat diikat jadi satu begitu juga jari-jarinya.

Maschalismos juga dilakukan di banyak daerah di Negara-negara seluruh dunia, meski dengan cara-cara berbeda. Namun intinya adalah mencegah roh orang mati itu menjadi hantu gentayangan. Bahkan di sejumlah daerah di Indonesia pun sampai kini masih memeraktekkannya. Mereka yang meninggal tak wajar seperti meninggal melahirkan atau saat hamil, selain kakinya diikat, sepatu atau sandalnya pun diletakkan terbalik.

2.Lal Bihari

Lal Bihari (lahir 1961) adalah seorang petani dari Uttar Pradesh, India yang secara resmi dinyatakan meninggal dari tahun 1976 dan 1994. Ya, memang aneh!! Karena memang sebenarnya dia belum meningga alias masih hidup dan segar bugarl! Akta kematiannya itu lahir dari korupsi dan keserakahan pamannya yang ingin menguasai harta bendanya.

lal bihari
lal bihari

Selama 18 tahun ia berjuang untuk mendapatkan pernyata ‘Hidup’ dari pemerintah. Ia pun mendirikan Perhimpunan Orang-orang Mati Mritak Sangh atau Asosiasi Mati di Uttar Pradesh, India. Pendirian asosiasi ini bukannya tanpa sebab. Karena ternyata yang bernasib seperti itu, resmi dinyatakan mati tapi masih hidup, di India, khususnya di Uttar Pradesh, cukup banyak. Kasusnya pun mirip Lal Bihari.

lal bihari 18 tahun berjuang untuk mendapat pernyataan dia masih hidup
Lal Bihari 18 tahun berjuang untuk mendapat pernyataan dia masih hidup

Ini benar-benar ‘gila’ dan nggak masuk akal, tapi benar-benar nyata terjadi. Kisah ini berawal dari saat Lal Bihari mengajukan pinjaman ke bank pada 1976, namun pihak bank menolak setelah mendapat informasi bahwa Bihari telah meninggal dunia. Lal Bihari tidak terima dengan pernyataan bank itu, namun dia tidak bisa berbuat banyak.

Setelah meneliti, ternyata itu adalah perbuatan pamannya yang ingin merampas harta Bihari, dengan melaporkan kalau keponakannya sudah mati, sehingga ia bisa menguasai hartanya. Si paman menyogok petugas yg berwenang untuk mendapatkan surat kematian Bihari. Semua itu dilakukan si paman tamak tanpa sepengetahuan Bihari, keponakannya, sampai akhirnya Bihari mengetahui sendiri ketika ia harus berurusan dengan bank.

Malangnya, ketika memperjuangkan pengakuan bahwa dirinya masih hidup Bihari mendapat banyak kesulitan. Bukannya sang paman yg dijebloskan ke penjara, sebaliknya Bihari yg dibikin setengah mati oleh birokrasi yg nyelimet. Itulah kekuatan uang! Selama 18 tahun Bihari memperjuangkan pengakuan bahwa dia tidak mati. Bahkan, sampai-sampai Bihari mendirikan organisasi aneh, Perhimpunan Orang-orang Mati.

Ihwal berdirinya organisasi orang mati itu karena ternyata Bihari tidak sendiri. Sedikitnya 100 orang mengalami situasi mirip seperti dirinya, dinyatakan resmi mati, padahal masih hidup. Perkumpulan Orang Mati, Mritak Sangh, didirikan di daerah Azamgarh. Perkumpulan ini berkembang dan mempunyai anggota di atas 20.000 orang dari seluruh India. Menjelang 2004, organisasi ini berhasil memperjuangkan empat anggotanya mendapat pengakuan negara bahwa mereka masih hidup. Pada tahun itu pula Bihari berhasil memenangkan kursi parlemen di Lal Ganj.

3.Stasiun Kereta Api London Necropolis

Stasiun ini khusus melayani membawa peti jenazah dan para pelayat ke pemakaman Brookwood. Stasiun ini dibuka pada 13 November 1854, letaknya di luar Stasiun London Waterloo, barat daya rel. Ada tiga gerbong disiapkan untuk membawa peti mati dan para pelayat dari stasiun yang terletak antara York Street (sekarang Leake Street) dan jembatan Westminster, langsung ke kuburan.

Stasiun KA London Necropolis khusus melayani peti mati dan para pelayat
Stasiun KA London Necropolis khusus melayani peti mati dan para pelayat

Stasiun ini dibangun kembali untuk memperpendek waktu tempuh pada 121 Westminster Bridge Road pada 1902. Sebelum tahun 1900, kereta api pemakaman ini biasanya beroperasi sekali sehari, namun kemudian hanya beroperasi hanya jika ada yang memerlukan. Sampai tahun 1930-an, kereta hanya beroperasi seminggu dua kali. Perkembangan lalu lintas membuat jalur kereta harus dipindahkan.

Pada suatu malam, 16 April 1941, stasiun ini hancur terkena bom. Sejak itu stasiun tidak pernah dibangun kembali. Meski begitu pintu masuk tidak terkena bom, sampai sekarang masih berdiri: “Westminster Bridge Road”. Hanya itulah yang tersisa dari stasiun pemakaman yang pernah dimiliki London.

4.Noyades, Republican Marriage

Ini adalah sejarah gelap tentang pembantaian masal yang mengerikan di kota Nantes pada masa rejim teror saat Revolusi Perancis, 1793. Sebelum dieksekusi, kebanyakan korban yang dibuat berpasang-pasangan, pria dan wanita ditelanjangi kemudian diikat jadi satu. Korban-korban yang telah diikat-ikat seperti ‘sayur’ ini dikumpulkan jadi satu dan ditempatkan dalam sebuah kotak di perahu, yang bagian bawahnya dapat dibuka tutup.

Noyades, Republican Marriage
Noyades, Republican Marriage

Ketika perahu mencapai tengah sungai, tombol ditekan, maka korban-korban ini pun akan langsung tercebur di sungai, dan sudah pasti langsung tenggelam karena diberi pemberat. Sungai Loire menjadi saksi bisu pembantaian ini. Proses pembantaian ini disebut Noyades.

Konon, jumlah korban pembataian masal itu bervariasi, ada yang menyebut 2000 orang tewas, tapi kabar lain menyebutkan, korban pembantaian masal yang kebanyakan para pastor, pendeta, suster dan tokoh-tokoh agama lainnya, berjumlah 6000 orang. Mereka semua dibenamkan di sungai Loire.

Perintah pembantaian ini datangnya dari seorang tokoh masyarakat Jean Baptiste Carrie, seorang perwakilan republic untuk kota Nantes. Ia dikenal kejam pada musuh-musuhnya, terutama pada tokoh-tokoh agama dan mereka yang anti revolusi. Pada awalnya Carrie yang juga seorang pengacara, bukanlah orang yang kejam. Ia mendirikan Pengadilan Revolusi di Kota Nantes, yang tujuan awalnya adalah alat menekan para anti revolusi.
Jalannya peradilan pun diupayakan seadil mungkin. Namun dalam perkembangannya ia berubah menjadi brutal dan kejam. Dia melihat rumah tahanan sudah terlalu penuh sesak, untuk mengosongkannya dengan cepat, ia langsung mengeksekusi para tahanan tanpa mengadili mereka.

Para tahanan langsung dikirim ke panggung guillotine (pancung kepala), ditembak, atau ditenggelamkan bersama-sama.
Adolphe Thiers dalam novelnya menyebutkan, dalam pikiran Carrie adalah bukan hanya bagaimana cara membantai musuh-musuhnya, tapi juga terselip fantasi sex. Itu sebabnya tahanan pria dan wanita diharuskan telanjang bulat, dan diikat berhadap-hadapan, lalu ditenggelamkan. Metode ini dikenal dengan sebutan “Republican Marriage” (republic perkawinan).

5. Lazarus Syndrome

Lazarus Sindrom adalah seorang yang dinyatakan secara klinis telah meninggal dunia tiba-tiba mendapat kehidupan kembali. Di Indonesia mungkin dikenal dengan sebutan mati suri. Kasus ini memang bukan hal yang baru karena sudah dikenal luas di masyarakat manapun di dunia. Ada banyak kasus berkaitan dengan ‘kebangkitan dari kematian’ yang terjadi di seluruh dunia.

Lazarus Syndrome
Lazarus Syndrome

Yang paling anyar adalah kasus Februari 2010 lalu yang terjadi di rumah pemakaman di Cali, Columbia. Ketika peti akan dikubur, jenazah perempuan berusia 45 tahun itu, tiba-tiba bergerak, matanya terbuka. Kontan semua shock, dan lari tunggang langgang karena ketakutan. Sebutan Lazarus Sindrom ini mengacu pada cerita di Alkitab tentang Lazarus yang dibangkitkan dari kematian oleh Yesus.

6.Safety Coffin (Peti Mati Keselamatan)

Ini adalah sebuah peti mati keselamatan atau peti mati yang dilengkapi mekanisme penyelamatan diri. Peti mati ini dibuat untuk mengantisipasi kalau-kalau ternyata orang yang sebut telah mati secara klinis itu, ternyata hidup kembali. Mereka yang dinyatakan telah mati, ternyata hanya mati suri, tapi telanjur dikubur.

Beberapa berhasil selamat, keluar dari kubur, tapi banyak yang akhirnya benar-benar mati karena tidak mendapat oksigen yang cukup selama dalam peti. Akhirnya lahirlah peti mati keselamatan ini. Peti mati dengan berbagai fasilitan keselamatan ini, telah dipatenkan antara abad ke 18-19, masih ada sampai kini jika ada yang memesan.

peti mati keselamatan
peti mati keselamatan

Diberitakan, peti keselamatan ini pertama kali dipakai oleh Duke Ferdinand dari Brunswick. Sebelum meninggal ia memesan peti mati ini dan menggunakannya ketika ia dinyatakan telah meninggal pada 1792.

Di dalam peti matinya ada tabung oksigen yang memungkinkan ia bertahan hidup. Peti matinya juga didesain sedemikian rupa sehingga ada jendela sehingga memungkinkan ia mendapat cahaya yang cukup. Tidak seperti umumnya peti mati dipaku, tapi peti Duke Ferdinand memakai kunci. Jadi didalam saku bajunya ditaruh dua buah kunci duplikat, satu untuk membuka peti mati, satu lagi kunci pintu makam.

Sayangnya tidak dijelaskan, seperti apa pemakaman Duke Ferdinand, apakah peti matinya ditaruh di ruangan tertutup atau dikubur seperti umumnya. Bagaimana proses penyelamatan itu berangsung. Apakah ketikan itu ia hanya mati suri dan berhasil bangkit dari kematian dan menggunakan segala fasilitas yang ada di peti mati itu untuk menolong dirinya.

Tapi di wikipedia.org disebutkan kalau Duke Ferdinand meninggal pada 3 Juli 1792.

7.Kejadian Tragis di Circus

Pertunjukan sebuah sirkus asal Rumania harus berakhir tragis, ketika salah satu pemainnya, Vlad Cazacu, 43, tiba-tiba bersendawa saat sedang pertunjukkan. Akibatnya luar biasa, sendawa itu menyebabkan terjadinya ledakan. Tubuh Vlad terlempar. Awalnya para penonton tidak menyadarinya, mereka takjub mengira itu adalah bagian dari pertunjukkan. Tepukan membahana. Dari pihak sirkus, entah apa yang dipikirkan mereka, tapi tidak ada yang menolong Vlad. Dia dibiarkan bersimbah darah, akhirnya tewas beberapa saat kemudian.

Kejadian menggemparkan itu terjadi 23 Januari 1998. Mungkin pria malang itu bisa diselamatkan jika dengan cepat ditolong, namun itu tidak terjadi sampai akhirnya Vlad menghembuskan nafas terakhir.
Dijelaskan bahwa, tugas Vlad sebenarnya adalah meludah ke arah tongkat obor untuk menyalakan obor itu.

Sementara Vlad habis meminum koktail. Seharusnya sebelum memulai pertunjukkan, Vlad meminum air untuk menetralisir sehingga jika ia meludah, tidak akan memicu ledakan.Mungkin, alcohol yang diminum Vlad terlalu tinggi, sehingga mampu memicu ledakan. Yang terjadi adalah sendawa pun bisa memicu ledakan besar.

8. Death Erection

Ini merupakan pengetahuan tentang kondisi mayat manusia yang tewas karena gantung diri atau pun eksekusi gantung. Kematian dengan cara digantung, apakah eksekusi atau bunuh diri, mempengaruhi alat kelamin laki-laki dan perempuan.

Death Erection
Death Erection

Pada wanita, labia akan membesar dan mungkin ada darah yang keluar dari vagina. Sementara pada laki-laki, kondisi penis ereksi, mengeluarkan air seni, dan lendir. Efek ini kemungkinan juga terjadi pada mereka yang tewas karena luka tembak fatal pada otak, kerusakan pembuluh darah utama, juga kematian karena keracunan. Kondisi penis ereksi, adalah indikasi bahwa kematian itu berlangsung cepat dan terjadi kekerasan.

10.Gregory Biggs

Ini adalah kasus kematian tidak biasa. Gregory Biggs, seorang gelandangan yang malang, tertabrak mobil yang dikendarai Chante Jawan Mallard di Fort Worth, Texas, terpana oleh sebuah mobil yang dikemudikan oleh Chante Jawan Mallard. Kecelakaan itu digambarkan sangat dahsyat karena separuh tubuh Biggs sampai menembus kaca depan.

Kasus Gregory Biggs difilmkan dengan judul "Stuck"

Uniknya, sudah begitu dahsyat kecelakaan itu, tapi si pengendara mobil, Mallard masih tidak menyadarinya karena ia tengah mabuk berat, alcohol juga narkoba. Yang menarik lagi, Biggs ternyata tidak langsung tewas. Dia menjerit-jerit kesakitan tergantung di kaca depan. Bener-bener gila!!.

Mallard yang mabok tetap cuek saja menjalankan mobilnya. Sampai di rumah dia memarkir kendaraannya di garasi dengan Biggs yang masih ‘bersarang’ di kaca depan mobilnya. Akhirnya Biggs pun tewas beberapa jam kemudian. Oleh pengadilan Mallard didakwa hukuman berlapis, termasuk dakwaan pembunuhan. Pembelaannya di pengadilan tidak membawa hasil, dia pun dihukum 50 tahun penjara. Kasus kecelakaan yang tidak biasa yang mendapat perhatian masyarakat ini, kemudian difilmkan dengan judul “Stuck”.**diana


Source:

http://uniqpost.com/5299/10-fakta-kematian-yang-aneh-dan-menakutkan/

http://listverse.com/2010/03/21/another-10-bizarre-death-related-facts/

http://www.ssqq.com/archive/vinlin10.htm

http://twitter.com/dimazm

BUDY BURNS: Crutch - Matchbox 20

BUDY BURNS: Crutch - Matchbox 20: "I don't want to be the crutch One step away from down I don't want to be the crutch One step away from... Man I feel like hell so come on o..."

BUDY BURNS: Crutch - Matchbox 20

BUDY BURNS: Crutch - Matchbox 20: "I don't want to be the crutch One step away from down I don't want to be the crutch One step away from... Man I feel like hell so come on o..."